
Text neck adalah istilah untuk keluhan nyeri leher dan punggung atas akibat posisi kepala terlalu lama menunduk saat menatap layar gadget. Rata-rata orang menghabiskan 4–7 jam per hari dengan posisi kepala menunduk 45–60 derajat, memberikan beban setara 20–27 kg pada leher.
Keluhan ini umum terjadi pada usia 20–35 tahun, terutama pekerja kantoran dan mahasiswa. Jika dibiarkan tanpa penanganan, text neck bisa menyebabkan nyeri kronis, herniasi diskus, sakit kepala tegang, dan gangguan postur jangka panjang.
Tanda-Tanda Text Neck yang Wajib Diwaspadai
Nyeri di leher bagian bawah dan bahu yang muncul setelah berjam-jam bekerja di depan layar adalah gejala paling umum. Rasa kaku dan tegang di area leher sering hilang saat istirahat namun kambuh saat aktivitas layar dimulai lagi.
Sakit kepala tegang di bagian belakang kepala, mati rasa atau kesemutan di lengan, serta keterbatasan gerak leher juga menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Beberapa orang juga mengalami nyeri yang menjalar ke punggung atas.
Dampak Jangka Panjang yang Perlu Diketahui
Tanpa perubahan kebiasaan, text neck kronis bisa menyebabkan degenerasi diskus servikal, pembentukan taji tulang (bone spur), serta kompresi saraf yang memerlukan tindakan medis serius.
Gangguan postur juga menurunkan kapasitas paru, mengganggu pencernaan, dan menurunkan kepercayaan diri. Karena itu, intervensi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang bersifat permanen.
Cara Praktis Mencegah & Mengatasi
Atur posisi layar gadget setinggi mata agar kepala tidak perlu menunduk berlebihan. Saat bekerja dengan laptop, gunakan stand laptop dan kursi ergonomis untuk menjaga postur netral punggung.
Lakukan peregangan leher dan bahu setiap 30–60 menit. Senam leher sederhana, chin tuck exercise, dan strengthening otot core terbukti efektif mengurangi keluhan dalam hitungan minggu.